GKJ TANGERANG

HOME | ALAMAT | KEBAKTIAN

MEMANUSIAKAN MANUSIA
Bacaan: Efesus 3:14-21

Pada tahun 1750 John Wesley dan Charles Wesley atau biasa dikenal Wesley bersaudara, mulai membangkitkan gerakan kerohanian di Inggris. Awalnya gerakan kerohanian ini hanya diterima oleh masyarakat kalangan menengah dan penduduk biasa. Namun pada abad 19 gerakan kerohanian ini mulai menembus kalangan atas. Orang-orang kalangan atas di Clapham yang merupakan salah satu wilayah kota London, mulai tertarik mengikuti gerakan kerohanian yang dipelopori oleh Wesley bersaudara tersebut. Orang-orang Clapham yang kebanyakan berprofesi sebagai angota Parlemen dan pejabat-pejabat tingi, prihatin dengan kehidupan sederhana masyarakat Inggris. Lantas mereka mulai menyediakan waktu, talenta dan dana untuk berbagi dengan orang-orang lain. Seorang ahli sejarah mencatat tentang kelompok Clapham: “Belum pernah dalam sejarah gereja Anglikan ada kelompok seperti mereka yang begitu indah berbagi kasih.”

Salah seorang anggota kelompok Clapham bernama Katherine Hankey, mulai merintis Sekolah Minggu untuk anak-anak tanpa membedakan kaya atau miskin. Pelayanan yang dilakukan oleh Katherine Hankey membuahkan hasil yang baik.

Banyak anak-anak yang setelah dewasa menyediakan dirinya untuk melayani Tuhan. Pada umur 30 tahun, Katherine Hankey jatuh sakit dan memerlukan waktu yang panjang untuk pemulihan kesehatannya. Di dalam masa-masa pemulihan tersebut, Katherine Hankey menciptakan sebuah lagu yang sangat indah. Lagu itu sekarang dapat kita nikmati dalam KJ 427, “Ku Suka Menuturkan.”

Lagu tersebut menggambarkan kehidupan orang Kristen. Bahwa di dalam dunia ini, orang Kristen diminta untuk menceritakan tindakan kasih Allah kepada manusia. Dan bukan menceritakannya saja, orang Kristen juga diminta mempraktekan tindakan kasih tersebut dengan berbagi bersama orang lain.

Ignacio Ellacurría, seorang teolog pembebasan dari El-Salvador pernah berkata: “Tidak ada sejarah keselamatan tanpa adanya keselamatan dalam sejarah, tidak ada iman tanpa praksis keselamatan. Praksis keselamatan merupakan arah pemikiran teologis.” Orang Kristen pasti yakin bahwa Allah memang bertindak menyelamatkan manusia. Bahkan Allah rela menderita dan mati di kayu salib karena kasih-Nya kepada manusia. Orang Kristen pasti juga yakin bahwa iman kepada Allah harus ditunjukan dalam tindakan kasih kepada semua orang. Tindakan kasih kepada semua orang berarti menolak tindakan anti-kemanusiaan atau anti-kehidupan yang merusak ciptaan Tuhan. Tindakan kasih kepada semua orang berarti memanusiakan manusia. (M-M)
 

 

 

 
 

@2009-GKJ Tangerang